Senin, 20 Maret 2017

Fakta-fakta Menarik tentang Masa-masa SMA


Fakta-fakta Menarik tentang Masa-masa SMA, ASLIberita – Mungkin jika ada kesempatan, banyak dari Anda yang ingin kembali ke masa SMA, meski itu hanya sehari. Tidak perlu ditanya lagi, karena masa-masa itu disebut-sebut sebagai salah satu masa paling indah. Rugi rasanya jika sehari saja melewatkan masa-masa tersebut. Saya yakin Anda masih ingat jelas. Masa-masa dimana Anda memiliki banyak teman, setiap hari selalu bersama. Masa dimana Anda berbagi suka duka bersama teman atau sahabat Anda. Masa dimana Anda menertawai atau ditertawai, juga saat Anda terpergok sedang tidur di kelas. Juga saat Anda kucing-kucingan dengan guru karena telat masuk kelas. Nah, untuk mengobati kerinduan Anda , berikut ini akan saya tulis Fakta-fakta Menarik tentang Masa-masa SMA.

  1. Pelajaran yang paling disukai anak SMA adalah pelajaran kosong.
  2. Saat pelajaran kosong lebih banyak dihabiskan di kantin.
  3. Anak SMA memiliki kebiasaan unik, yaitu mencurahkan isi hati di bangku, dinding, bahkan baju temannya sendiri. Kebanyakan pelakunya adalah siswa putri. Misalnya “hatiku hancur melihatmu dengannya, ketahuilah hatiku juga bisa remuk, tak sekuat tulang ayam” atau “pengen cepet pulang terus ketemu ayangku” :D
  4. Kebiasaan unik lainnya adalah, menulis pesan singkat di bangku dan berharap ada yang membalas. Misal “Aku Rina kelas 11 IPA 1, mau kenal? Aku cantik loh”. Bahkan ada juga yang narsis menuliskan nomor handphone, pin BB, e-mail, alamat rumah, dan kriteria diri untuk mencari jodoh.
  5. Banyak sekali rumus-rumus yang ditemukan di bangku, dan tembok.
  6. Anak SMA memiliki penglihatan yang sangat tajam karena bisa membaca tulisan sangat kecil di contekan mereka.
  7. Anggota OSIS adalah yang paling narsis.
  8. Hari senin adalah hari yang paling tidak disukai. Karena jauh dengan akhir pekan.
  9. Saat anak laki-laki berkerumun, itu patut dicurigai.
  10. Tempat yang paling diincar saat ulangan adalah paling belakang.
  11. Anak SMA lebih suka ujian bersama daripada ujian sendiri.
  12. Menyoraki guru atau teman saat di kelas adalah kegiatan melepas stress.
  13. Menggoda adik kelas yang bahenol itu menyenangkan. Mengolok-olok teman juga menyenangkan. Begitu juga dengan batal ulangan.
  14. Jika Anda pintar, tapi pelit. Hati-hati.
  15. Jika Anda belum belajar saat akan ulangan, tenang. Siapkan uang untuk mentraktir teman Anda.
  16. Bermain upil (kotoran hidung) saat pelajaran adalah keusilan paling menjijikkan
  17. Musyawarah satu kelas biasanya dilakukan untuk memutuskan memanggil guru piket atau tidak.
  18. Ketua kelas paling sering disuruh-suruh. Sehingga ketua kelas = PU (pembantu umum)
  19. PR biasa dikerjakan pada pagi-pagi hari sekali di kelas.
  20. Guru killer paling sering dibicarakan oleh muridnya, bahkan sampai diberi sumpah serapah.
  21. Siswa laki-laki adalah biang keramaian di kelas.
  22. Jika ada teman yang dihukum di depan kelas, malah ditertawai.
  23. Tepung dan telur biasanya juga nyasar ke sekolah.
  24. Siswi perempuan adalah biang keheningan di kelas, namun tidak jarang, mereka biang keramaian
  25. Anak SMA lebih sering pergi ke toilet saat pelajaran dibanding saat istirahat.
  26. Target keusilan dan olok-olok kebanyakan adalah anak-anak culun.
  27. Ada 1001 alasan saat tidak mengumpulkan PR. Namun, yang paling sering adalah “lupa bu"
  28. Jari telunjuk adalah jawaban A, ditambah jari tengah menjadi jawaban B, ditambah jari tengah dan jari manis menjadi jawaban C. dan seterusnya.
  29. Senior biasanya lebih dihormati
  30. MOS adalah saat yang menyenangkan bagi kakak kelas.
  31. Sesuatu yang paling ditunggu adalah bel pulang sekolah.
  32. Liburan mengakibatkan sebagian rumus hilang dari ingatan.
  33. Siswa-siswi jurusan IPS biasanya lebih seru dan gokil dari jurusan lainnya.
  34. Kebanyakan anak kelas tiga, bingung untuk meneruskan kemana setelah lulus.
  35. Kelas dua SMA bisa dibilang lebih santai dari kelas 1 atau 3.
  36. Drama yang seharusnya menyedihkan di depan kelas bisa saja menjadi acara komedi dadakan.
  37. Jika anak-anak “pandai” membicarakan pelajaran. Anak-anak “bandel” membicarakan bagaimana caranya mereka bisa pulang lebih awal.
  38. Doa jika ada jadwal ulangan. “Ya Allah, semoga hari ini pulang pagi”

Sumber : asliberita.blogspot.com

Minggu, 19 Maret 2017

MENGAPA BELAJAR SEJARAH ITU PENTING?


Apa itu sejarah? Sejarah adalah zaman di mana manusia mengenal tulisan. Tulisan tersebut menjadi pembeda antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah. Ketika zaman sejarah dimulai, manusia menggunakan tulisan sebagai bahasa komunikasi. Tanpa tulisan, kita tidak akan tahu peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Tanpa tulisan juga, ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ilmuwan tidak akan pernah berkembang sampai seperti sekarang, kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Al-Quran pun berbicara tentang sejarah. Di dalam ayat-ayat Al-Quran diceritakan bagaimana kisah perjuangan para nabi-nabi Allah dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Meskipun bukan seorang nabi, Luqman diabadikan di dalam Al-Quran dengan surat Luqman. Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun.
“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 55-56).
Fungsi Sejarah
Salah satu fungsi sejarah adalah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian atau generasi berikutnya. Mengapa? Contohnya dari kisah dari Al-Quran yang menceritakan kaum-kaum yang ingkar kepada ayat-ayat Allah sehingga dibinasakan. Dari kisah tersebut bisa dipelajari karakter kaum tersebut, bagaimana kebudayaannya, bagaimana kehidupan sosialnya, sebab-sebab bangsa tersebut dimusnahkan dan sebagainya. Sejarah juga bisa dijadikan sebagai evaluasi bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menghilangkan kejelekan yang telah dilakukan oleh generasi di masa lalu. Selain itu, sejarah juga sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa modern.
“Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (Al-Furqan: 37).
Mengapa Harus Belajar Sejarah?
Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.
Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?
Dari sejarah kemerdekaan Indonesia dengan pengorbanan yang dilakukan oleh syuhada untuk membela agama dan tanah air, apa yang dapat kisah simpulkan dari peristiwa tersebut? Jika kita sudah mengetahui makna di dalamnya, yaitu makna begitu berharganya kemerdekaan, tentu semangat kita untuk berjuang akan terbangkitkan.
Islam yang dibawa oleh The Best Men in The WorldMuhammad Saw. membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia. Rasulullah Saw. begitu penuh semangat dalam menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Allah) ke seluruh penjuru dunia. Dari awal kemunculannya, dalam waktu sekitar tiga puluh tahun saja, Islam sudah bisa mengalahkan dua negara superpower yang ada saat itu : Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia. Jika kita tidak mengetahui sejarah Rasulullah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam agar tegak di muka bumi, akankah hati kita tergerak untuk membela Islam?
Dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita dapat mengambil pelajaran bagaimana strategi dakwah, strategi perang, keteladanan beliau sebagai model kebaikan umat, motif perjuangan beliau, dan hal lainnya. Dengan belajar sejarah, kita bisa membandingkan kondisi umat terdahulu dengan umat sekarang sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada di masyarakat. Dengan belajar sejarah pula (khususnya sejarah Islam), akan timbul rasa untuk menegakkan syariat Islam yang sempurna, minimal menerapkannya kepada diri sendiri.
Hati-Hati dengan Distorsi dan Deislamisasi Sejarah
Untuk sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah mengatakan bahwa ada deislamisasi sejarah di dalam penulisan sejarah yang ada di Indonesia. Dengan deislamisasi penulisan sejarah tersebut, hilanglah peran ulama dan santri yang berperan penting dalam “panggung” perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Misalnya, mungkin secara umum kita tahu bahwa kesadaran pergerakan nasional dipelopori oleh Organisasi Budi Utomo. Ternyata bukan, pelopor pertama kesadaran pergerakan nasional adalah dari Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi Syarikat Islam.
Budi Utomo sesungguhnya tidak menyetujui Indonesia merdeka. Budi Utomo ingin mendirikan Kerajaan Jawa yang berlandaskan Agama Jawa (kejawen) yang sekuler dan anti Islam. Namun, Syarikat Islam yang berasal dari ulama sebagai pelopor kemerdekaan tidak begitu diperhatikan, Ada apa dengan penulisan sejarah ini? Apakah distorsi dan deislamisasi sejarah ini diketahui oleh masyarakat Indonesia?
Dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui kehidupan peradaban masyarakat di masa lalu. Sehingga, apabila terdapat kekurangan atau keburukan di masa lalu, kita dapat memperbaikinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan sejarah pula (khususnya sejarah Islam), hati kita terbangkitkan untuk berjuang seperti orang-orang terdahulu agar Islam bisa senantiasa tegak di muka bumi.
Allahu A’lam.
Sumber Apa itu sejarah? Sejarah adalah zaman di mana manusia mengenal tulisan. Tulisan tersebut menjadi pembeda antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah. Ketika zaman sejarah dimulai, manusia menggunakan tulisan sebagai bahasa komunikasi. Tanpa tulisan, kita tidak akan tahu peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Tanpa tulisan juga, ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ilmuwan tidak akan pernah berkembang sampai seperti sekarang, kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Al-Quran pun berbicara tentang sejarah. Di dalam ayat-ayat Al-Quran diceritakan bagaimana kisah perjuangan para nabi-nabi Allah dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Meskipun bukan seorang nabi, Luqman diabadikan di dalam Al-Quran dengan surat Luqman. Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun.
“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 55-56).
Fungsi Sejarah
Salah satu fungsi sejarah adalah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian atau generasi berikutnya. Mengapa? Contohnya dari kisah dari Al-Quran yang menceritakan kaum-kaum yang ingkar kepada ayat-ayat Allah sehingga dibinasakan. Dari kisah tersebut bisa dipelajari karakter kaum tersebut, bagaimana kebudayaannya, bagaimana kehidupan sosialnya, sebab-sebab bangsa tersebut dimusnahkan dan sebagainya. Sejarah juga bisa dijadikan sebagai evaluasi bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menghilangkan kejelekan yang telah dilakukan oleh generasi di masa lalu. Selain itu, sejarah juga sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa modern.
“Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (Al-Furqan: 37).
Mengapa Harus Belajar Sejarah?
Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.
Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?
Dari sejarah kemerdekaan Indonesia dengan pengorbanan yang dilakukan oleh syuhada untuk membela agama dan tanah air, apa yang dapat kisah simpulkan dari peristiwa tersebut? Jika kita sudah mengetahui makna di dalamnya, yaitu makna begitu berharganya kemerdekaan, tentu semangat kita untuk berjuang akan terbangkitkan.
Islam yang dibawa oleh The Best Men in The WorldMuhammad Saw. membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia. Rasulullah Saw. begitu penuh semangat dalam menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Allah) ke seluruh penjuru dunia. Dari awal kemunculannya, dalam waktu sekitar tiga puluh tahun saja, Islam sudah bisa mengalahkan dua negara superpower yang ada saat itu : Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia. Jika kita tidak mengetahui sejarah Rasulullah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam agar tegak di muka bumi, akankah hati kita tergerak untuk membela Islam?
Dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita dapat mengambil pelajaran bagaimana strategi dakwah, strategi perang, keteladanan beliau sebagai model kebaikan umat, motif perjuangan beliau, dan hal lainnya. Dengan belajar sejarah, kita bisa membandingkan kondisi umat terdahulu dengan umat sekarang sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada di masyarakat. Dengan belajar sejarah pula (khususnya sejarah Islam), akan timbul rasa untuk menegakkan syariat Islam yang sempurna, minimal menerapkannya kepada diri sendiri.
Hati-Hati dengan Distorsi dan Deislamisasi Sejarah
Untuk sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah mengatakan bahwa ada deislamisasi sejarah di dalam penulisan sejarah yang ada di Indonesia. Dengan deislamisasi penulisan sejarah tersebut, hilanglah peran ulama dan santri yang berperan penting dalam “panggung” perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Misalnya, mungkin secara umum kita tahu bahwa kesadaran pergerakan nasional dipelopori oleh Organisasi Budi Utomo. Ternyata bukan, pelopor pertama kesadaran pergerakan nasional adalah dari Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi Syarikat Islam.
Budi Utomo sesungguhnya tidak menyetujui Indonesia merdeka. Budi Utomo ingin mendirikan Kerajaan Jawa yang berlandaskan Agama Jawa (kejawen) yang sekuler dan anti Islam. Namun, Syarikat Islam yang berasal dari ulama sebagai pelopor kemerdekaan tidak begitu diperhatikan, Ada apa dengan penulisan sejarah ini? Apakah distorsi dan deislamisasi sejarah ini diketahui oleh masyarakat Indonesia?
Dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui kehidupan peradaban masyarakat di masa lalu. Sehingga, apabila terdapat kekurangan atau keburukan di masa lalu, kita dapat memperbaikinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan sejarah pula (khususnya sejarah Islam), hati kita terbangkitkan untuk berjuang seperti orang-orang terdahulu agar Islam bisa senantiasa tegak di muka bumi.
Allahu A’lam.
Sumber Apa itu sejarah? Sejarah adalah zaman di mana manusia mengenal tulisan. Tulisan tersebut menjadi pembeda antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah. Ketika zaman sejarah dimulai, manusia menggunakan tulisan sebagai bahasa komunikasi. Tanpa tulisan, kita tidak akan tahu peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Tanpa tulisan juga, ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ilmuwan tidak akan pernah berkembang sampai seperti sekarang, kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Al-Quran pun berbicara tentang sejarah. Di dalam ayat-ayat Al-Quran diceritakan bagaimana kisah perjuangan para nabi-nabi Allah dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Meskipun bukan seorang nabi, Luqman diabadikan di dalam Al-Quran dengan surat Luqman. Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun.
“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 55-56).
Fungsi Sejarah
Salah satu fungsi sejarah adalah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian atau generasi berikutnya. Mengapa? Contohnya dari kisah dari Al-Quran yang menceritakan kaum-kaum yang ingkar kepada ayat-ayat Allah sehingga dibinasakan. Dari kisah tersebut bisa dipelajari karakter kaum tersebut, bagaimana kebudayaannya, bagaimana kehidupan sosialnya, sebab-sebab bangsa tersebut dimusnahkan dan sebagainya. Sejarah juga bisa dijadikan sebagai evaluasi bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menghilangkan kejelekan yang telah dilakukan oleh generasi di masa lalu. Selain itu, sejarah juga sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa modern.
“Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (Al-Furqan: 37).
Mengapa Harus Belajar Sejarah?
Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.
Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?
Dari sejarah kemerdekaan Indonesia dengan pengorbanan yang dilakukan oleh syuhada untuk membela agama dan tanah air, apa yang dapat kisah simpulkan dari peristiwa tersebut? Jika kita sudah mengetahui makna di dalamnya, yaitu makna begitu berharganya kemerdekaan, tentu semangat kita untuk berjuang akan terbangkitkan.
Islam yang dibawa oleh The Best Men in The WorldMuhammad Saw. membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia. Rasulullah Saw. begitu penuh semangat dalam menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Allah) ke seluruh penjuru dunia. Dari awal kemunculannya, dalam waktu sekitar tiga puluh tahun saja, Islam sudah bisa mengalahkan dua negara superpower yang ada saat itu : Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia. Jika kita tidak mengetahui sejarah Rasulullah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam agar tegak di muka bumi, akankah hati kita tergerak untuk membela Islam?
Dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita dapat mengambil pelajaran bagaimana strategi dakwah, strategi perang, keteladanan beliau sebagai model kebaikan umat, motif perjuangan beliau, dan hal lainnya. Dengan belajar sejarah, kita bisa membandingkan kondisi umat terdahulu dengan umat sekarang sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada di masyarakat. Dengan belajar sejarah pula (khususnya sejarah Islam), akan timbul rasa untuk menegakkan syariat Islam yang sempurna, minimal menerapkannya kepada diri sendiri.
Hati-Hati dengan Distorsi dan Deislamisasi Sejarah
Untuk sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah mengatakan bahwa ada deislamisasi sejarah di dalam penulisan sejarah yang ada di Indonesia. Dengan deislamisasi penulisan sejarah tersebut, hilanglah peran ulama dan santri yang berperan penting dalam “panggung” perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Misalnya, mungkin secara umum kita tahu bahwa kesadaran pergerakan nasional dipelopori oleh Organisasi Budi Utomo. Ternyata bukan, pelopor pertama kesadaran pergerakan nasional adalah dari Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi Syarikat Islam.
Budi Utomo sesungguhnya tidak menyetujui Indonesia merdeka. Budi Utomo ingin mendirikan Kerajaan Jawa yang berlandaskan Agama Jawa (kejawen) yang sekuler dan anti Islam. Namun, Syarikat Islam yang berasal dari ulama sebagai pelopor kemerdekaan tidak begitu diperhatikan, Ada apa dengan penulisan sejarah ini? Apakah distorsi dan deislamisasi sejarah ini diketahui oleh masyarakat Indonesia?
Dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui kehidupan peradaban masyarakat di masa lalu. Sehingga, apabila terdapat kekurangan atau keburukan di masa lalu, kita dapat memperbaikinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan sejarah pula (khususnya sejarah Islam), hati kita terbangkitkan untuk berjuang seperti orang-orang terdahulu agar Islam bisa senantiasa tegak di muka bumi.
Allahu A’lam.

Apa itu sejarah? Sejarah adalah zaman di mana manusia mengenal tulisan. Tulisan tersebut menjadi pembeda antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah. Ketika zaman sejarah dimulai, manusia menggunakan tulisan sebagai bahasa komunikasi. Tanpa tulisan, kita tidak akan tahu peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Tanpa tulisan juga, ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ilmuwan tidak akan pernah berkembang sampai seperti sekarang, kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Al-Quran pun berbicara tentang sejarah. Di dalam ayat-ayat Al-Quran diceritakan bagaimana kisah perjuangan para nabi-nabi Allah dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Meskipun bukan seorang nabi, Luqman diabadikan di dalam Al-Quran dengan surat Luqman. Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun.
“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 55-56).
Fungsi Sejarah
Salah satu fungsi sejarah adalah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian atau generasi berikutnya. Mengapa? Contohnya dari kisah dari Al-Quran yang menceritakan kaum-kaum yang ingkar kepada ayat-ayat Allah sehingga dibinasakan. Dari kisah tersebut bisa dipelajari karakter kaum tersebut, bagaimana kebudayaannya, bagaimana kehidupan sosialnya, sebab-sebab bangsa tersebut dimusnahkan dan sebagainya. Sejarah juga bisa dijadikan sebagai evaluasi bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menghilangkan kejelekan yang telah dilakukan oleh generasi di masa lalu. Selain itu, sejarah juga sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa modern.
“Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (Al-Furqan: 37).
Mengapa Harus Belajar Sejarah?
Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.
Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?
Dari sejarah kemerdekaan Indonesia dengan pengorbanan yang dilakukan oleh syuhada untuk membela agama dan tanah air, apa yang dapat kisah simpulkan dari peristiwa tersebut? Jika kita sudah mengetahui makna di dalamnya, yaitu makna begitu berharganya kemerdekaan, tentu semangat kita untuk berjuang akan terbangkitkan.
Islam yang dibawa oleh The Best Men in The WorldMuhammad Saw. membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia. Rasulullah Saw. begitu penuh semangat dalam menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Allah) ke seluruh penjuru dunia. Dari awal kemunculannya, dalam waktu sekitar tiga puluh tahun saja, Islam sudah bisa mengalahkan dua negara superpower yang ada saat itu : Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia. Jika kita tidak mengetahui sejarah Rasulullah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam agar tegak di muka bumi, akankah hati kita tergerak untuk membela Islam?
Dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita dapat mengambil pelajaran bagaimana strategi dakwah, strategi perang, keteladanan beliau sebagai model kebaikan umat, motif perjuangan beliau, dan hal lainnya. Dengan belajar sejarah, kita bisa membandingkan kondisi umat terdahulu dengan umat sekarang sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada di masyarakat. Dengan belajar sejarah pula (khususnya sejarah Islam), akan timbul rasa untuk menegakkan syariat Islam yang sempurna, minimal menerapkannya kepada diri sendiri.
Hati-Hati dengan Distorsi dan Deislamisasi Sejarah
Untuk sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah mengatakan bahwa ada deislamisasi sejarah di dalam penulisan sejarah yang ada di Indonesia. Dengan deislamisasi penulisan sejarah tersebut, hilanglah peran ulama dan santri yang berperan penting dalam “panggung” perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Misalnya, mungkin secara umum kita tahu bahwa kesadaran pergerakan nasional dipelopori oleh Organisasi Budi Utomo. Ternyata bukan, pelopor pertama kesadaran pergerakan nasional adalah dari Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi Syarikat Islam.
Budi Utomo sesungguhnya tidak menyetujui Indonesia merdeka. Budi Utomo ingin mendirikan Kerajaan Jawa yang berlandaskan Agama Jawa (kejawen) yang sekuler dan anti Islam. Namun, Syarikat Islam yang berasal dari ulama sebagai pelopor kemerdekaan tidak begitu diperhatikan, Ada apa dengan penulisan sejarah ini? Apakah distorsi dan deislamisasi sejarah ini diketahui oleh masyarakat Indonesia?
Dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui kehidupan peradaban masyarakat di masa lalu. Sehingga, apabila terdapat kekurangan atau keburukan di masa lalu, kita dapat memperbaikinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan sejarah pula (khususnya sejarah Islam), hati kita terbangkitkan untuk berjuang seperti orang-orang terdahulu agar Islam bisa senantiasa tegak di muka bumi.
Allahu A’lam.
Sumber : www.dakwatuna.com